Menyusuri Kearifan Mata Air

Blog EntryBelajar Rendah HatiMay 15, '08 1:57 PM
for everyone
Belajar Rendah Hati
 
Ada banyak kisah tentang kerendah hatian Rasulullah SAW. Di antaranya
tentang kisah seorang tua musyrik yang membenci Nabi SAW. Suatu ketika
dia dibantu oleh seorang lebih muda menurunkan barang-barangnya dengan
baik hati dan sangat sopan. Orang tua itu bercerita tentang bagaimana
bencinya dia dengan Nabi Muhammad SAW, mengenai jelek akhlaqnya,
jeleknya ajarannya dsb. Orang (lebih) muda tersebut tenang dan tersenyum.
Tiada kebencian di wajahnya. Orang tua itu kagum sekali dengan orang
muda tersebut, dan bertanya, "Siapakah Anda?"
"Saya Muhammad", jawab orang Muda itu dengan tenang.
"Muhammad?", orang tua itu kaget dan terpana.
Orang yang baik hati itu ternyata adalah orang yang dicelanya....Akhirnya dia
masuk Islam.
 
Salah satu kelemahan kita sebagai manusia adalah merasa diri kita "lebih" dari orang
lain. Dalam pelatihan dikenal istilah "above average syndromme", yaitu bahwa
dalam berbagai sampling kebanyakan orang merasa dirinya lebih baik dari rata-2
orang kebanyakan. Ini terjadi di semua kalangan, sehingga tidak aneh, menceritakan
kejelekan orang adalah salah satu yang disukai oleh kebanyakan kita...
 
Ada banyak alasan orang untuk merasa lebih dari orang lain, dari yang paling
kelihatan sampai yang agak sumir. Yang paling kelihatan dan mudah adalah merasa
lebih karena kecantikan, jabatan, kekayaan. Yang mulai agak tidak kelihatan adalah
keahlian, kecerdasan. Dan yang cukup sumir adalah merasa lebih baik amalan,
atau agamanya.
 
Kita sering melihat rendah orang lain atau sebaliknya "silau", karena jabatannya.
Kadang kita memandang rendah orang lain, karena kita anggap "bodoh",naif.
Namun, bisa jadi kadang kita melihat rendah orang lain, karena kita anggap kurang
saleh dibanding kita ...
 
Suatu ketika seseorang bertanya Imam Ali bin Abi Thalib kw, "Apakah tangga paling
rendah dari mengenal Allah itu?". "Tangga terendah adalah ketika engkau merasa
bahwa tidak ada orang yang paling patut disiksa di neraka selain dirinya", jawab
Imam Ali. Orang itu pingsan. Ketika dia bangun, dia bertanya lagi, "Lalu di atasnya
apa lagi". "Di atasnya ada 70 tingkatan lagi".
 
Puasa ramadhan, di antaranya, mengajarkan kita untuk rendah hati. Kita ini tidak
ada apa-apanya. Kita lemah, tidak makan sebentar saja fisik kita sudah "lemah".
 
Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. 25:63)
 
Warsono, awal Ramadhan, 2006, Dundee

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help